banner 728x90
banner 728x90
banner 728x90
Opini

TPS: Tempat Pencarian Jodoh atau Tempat Pemilihan Suara? Indahnya Cinta yang Berkembang di Antara Surat Suara!

×

TPS: Tempat Pencarian Jodoh atau Tempat Pemilihan Suara? Indahnya Cinta yang Berkembang di Antara Surat Suara!

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi menghadiri Tempat Pemungutan Suara (TPS) (Foto: Bolinggo.co).

OPINI- Menghadiri Tempat Pemungutan Suara (TPS) selalu dianggap sebagai tanggung jawab kewarganegaraan yang harus dijalankan dengan serius. Meskipun begitu, siapa yang akan menduga bahwa TPS bisa menjadi panggung tak terduga untuk menemukan jodoh? Bagi sebagian orang, mungkin TPS hanya dihubungkan dengan hak pilih, namun, siapa tahu di balik tirai bilik suara, mungkin ada belahan hati yang selama ini sedang kita cari?

Mari kita bayangkan TPS sebagai panggung romansa yang menyamar sebagai tempat pemilihan umum. Pertama-tama, kita tidak bisa menafikan bahwa antrian panjang di TPS bisa menjadi waktu yang berharga untuk saling memahami satu sama lain secara lebih mendalam. Sambil menunggu giliran untuk memasuki bilik suara, kita bisa saling bertukar cerita atau mungkin berbagi kekhawatiran terkait calon pemimpin kita.

Siapa sangka, ketika kita menemukan seseorang dengan pandangan politik yang sejalan, itu bisa menjadi titik awal pembicaraan yang menarik. Diskusi tentang visi dan misi hidup, atau bahkan berdebat sejenak sambil menunggu giliran mencoblos, bisa menjadi momen yang mendebarkan. Setidaknya, ketika kita keluar dari TPS, kita tak hanya membawa hak suara, melainkan juga peluang untuk membangun hubungan yang lebih dalam.

Selanjutnya, mari kita bahas tentang “pemilihan” jodoh di TPS. Tidak dapat dipungkiri bahwa melihat seseorang yang antusias dan penuh semangat saat menggunakan hak suaranya dapat membangkitkan ketertarikan. Jika ada seseorang yang mendekat untuk membahas isu-isu politik atau bahkan sekadar berbagi stiker kampanye, itu mungkin menjadi sinyal bahwa kamu berdua memiliki minat yang sama.

Baca Juga:  Meninjau Feminisme: Pergulatan Menuju Kesetaraan Gender

Bagaimana dengan kemungkinan “tindakan heroik”? Bayangkan jika kamu kehabisan pensil atau tinta di bilik suara, dan tiba-tiba ada seseorang yang bersedia berbagi. Itu bisa menjadi peluang emas untuk memulai percakapan dan mengenal orang baru. Siapa tahu, pada akhirnya kamu bisa memilih satu sama lain sebagai pasangan hidup yang ideal.

Namun, perlu diingat bahwa ke TPS untuk mencari jodoh sebaiknya dilakukan dengan sikap positif dan penuh humor. Mari jadikan proses pemilihan umum sebagai kesempatan untuk bersenang-senang dan mengenal orang-orang baru. Siapa tahu, di antara surat suara dan salinan dokumen pemilihan, kita menemukan jodoh yang membuat kita bersyukur telah “memilih” untuk saling mengisi bilik hati bersama-sama. Ingatlah, cinta bisa datang dari mana saja, bahkan dari TPS yang pada awalnya mungkin hanya terlihat sebagai tempat untuk mencoblos hak pilih.